Akhir-akhir ini, isu food waste mulai diangkat dan dikampanyekan di Indonesia. Para millenial mulai concern terhadap isu lingkungan salah satunya adalah isu food waste ini. Namun ada yang masih bingung nih tentang perbedaan antara food loss dan food waste sendiri. Kedua hal ini merupakan sesuatu hal yang berbeda namun apabila keduanya dapat dikurangi dan diatasi maka dapat mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya untuk SDG 2 (Tanpa Kelaparan) dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab). Oleh karena itu langsung saja yuk kita bahas perbedaan food waste dan food loss ini!

Menurut Food and Agricultural Organization of The United Nations (FAO), food loss megacu pada hilangnya sejumlah pangan antara rantai pasok produsen dan pasar. Permasalahan food loss bisa diakibatkan oleh proses pra-panen seperti pangan tersebut tidak sesuai dengan mutu yang diinginkan pasar, permasalahan dalam penyimpanan, penanganan, pengemasan dari pangan tersebut sehingga produsen memutuskan untuk membuang pangan tersebut karena ditolak oleh pasar. Food loss tidak hanya terjadi di negara-negara berkembang, di negara maju angka food loss ini juga cukup tinggi meskipun tidak sebesar yang terjadi di negara berkembang. Food loss yang terjadi di negara berkembang dikarenakan tingginya tingkat produksi pangan di negara berkembang namun tidak diimbangi dengan teknologi yang memadai sehingga sebelum sampai ke tangan konsumen  pangan tersebut ada yang rusak dalam prosesnya maupun tidak sesuai dengan mutu yang diinginkan pasar.

Sedangkan menurut FAO, food waste mengacu kepada makanan yang dibuang dimana produk makanan atau produk makanan alternatif tersebut masih aman dan bergizi untuk dikonsumsi. Jadi food waste sendiri merupakan makanan yang siap dikonsumsi oleh manusia namun dibuang tanpa alasan atau makanan tersebut telah mendekati masa kadaluarsanya.

Di Indonesia sendiri kasus food loss banyak terjadi salah satunya adalah yang terjadi di Banyuwangi dimana para petani buah naga membuang 10 keranjang yang berisikan buah naga yang masih segar ke sungai. Hal ini disebabkan oleh para petani tidak berhasil menjualkan buah naga tersebut ke pengepul karena tidak sesuai dengan mutu yang diinginkan pasar padahal masih layak di konsumsi. Kasus ini terjadi karena minimnya pengetahuan para petani untuk mengolah bahan pangan agar sampai tangan konsumen dan sesuai dengan mutu pasar. Sehingga food loss banyak terjadi di negara-negara berkembang khususnya di Indonesia.

sumber: Barilla Center For Food & Nutrition

Dari infografik tersebut, terlihat bahwa Indonesia merupakan pelaku food waste dan food loss terbesar kedua di dunia setelah negara Arab Saudi. Padahal di Indonesia sendiri kasus kelaparan masih terjadi dimana-mana. 300 kg bahan pangan dan makanan yang terbuang tersebut dapat mengatasi masalah kelaparan di Indoensia apabila didistribusikan dengan benar.

Sudah faham ya perbedaan antara food loss dan food waste ? Ayo Food Warriors teruslah bergerak mengkampanyekan tentang food waste dan food loss ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia tentang pentingnya mengentaskan permasalahan ini demi tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) Zero Hunger dan Responsible Consumption and Production.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mari Berpartisipasi untuk Merubah Dunia!

Silakan kontak kami untuk informasi kerja sama atau ingin tahu lebih lanjut tentang Gifood.

Jangan Lewatkan Informasi Terbaru

Daftarkan email kamu untuk mengetahui info tentang rilis aplikasi, acara, dan lainnya dari Gifood.